Sabtu, 15 Februari 2014

How Could You - Kamasean



Kau datang sekejap membawa harapan
Lalu kau pergi meninggalkan diriku
Kini kutenggelam  dalamtangisku
Bagaimana ku relakan yang tak jadi milikku

You're the one who show me what's love
Then take it all away (ooh baby)
You're the one who's assemble my broken heart
Then break it all over again (break it all over again)(oooh)
(Your smile) gives me life, then it kills me
(Your eyes) show me hope, then they tear me
Your love flies me high away, then in throws me back down hardly
How could you make me say
I love you (How could you make me say I love you)
I love you (How could you)

Kini ku mengerti cinta takkan bisa dipaksa 

(Ku tetap menanti dirimu)
Ku tak peduli kata mereka asal kau milikku
Bagaimana ku relakan yang tak jadi milikku

You're the one who show me what's love
Then take it all away (ooh baby)
You're the one who's assemble my broken heart
Then break it all over again (yeah, yeah)
(Your smile) gives me life, then it kills me
(Your eyes) show me hope, then they tear me
Your love flies me high away
Then in throws me back down hardly
How could you make me say ..
I love you ..

You wrote me poems ("you're the queen of my heart" yeah right)
You said you love me but I know that's all a lie you said,
You, to me, are like the glove is to the hand
How could you break my heart? ..

You're the one who show me what's love
Then take it all away (oooh)
You're the one who's assemble my broken heart
Then break it all over again
Your smile gives me life, then it kills me
Your eyes show me hope, then they tear me
Your love flies me high away
Then in throws me back down hardly
How could you make me say (I love you)
Not this time, you won't make myself say (I love you)
And now's the time I realize all those days
I don't love you
(How could you make me say I love you)
(How could you)

Kau datang sekejap membawa harapan
Lalu kau pergi meninggalkan diriku

Selasa, 04 Februari 2014

Three answers that prove that ALLAH.SWT is there

Ada seorang pemuda yang lama menjalani pendidikan di luar negeri namun tidak pernah belajar agama Islam, kini kembali ke tanah air.

Sesampainya di rumah ia diminta kedua orang tuanya untuk belajar agama Islam, namun ia memberi syarat agar dicarikan guru agama yang bisa menjawab 3 pertanyaan yang selama ini mengganjal dihatinya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kyai dari pinggiran kota.

Pemuda           : “Anda siapa dan apakah bisa menjawab 
                          pertanyaan-pertanyaan saya?“
Kyai                 : “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan
                          menjawab pertanyaan anda.“
Pemuda           : “Anda yakin? Sedangkan Profesor di Amerika dan 
                          banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab 
                          pertanyaan saya.“
Kyai                 : “Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.“
Pemuda           : “Saya ada 3 pertanyaan :
  1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya !
  2. Kalau memang benar ada takdir, tunjukkan takdir itu pada saya !
  3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?“
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda           : (sambil menahan sakit) “Hei ! Kenapa anda marah 
                          kepada saya?“
Kyai                 : “Saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya 
                          atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.“
Pemuda           : “Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.“
Kyai                 : “Bagaimana rasanya tamparan saya?“
Pemuda           : “Tentu saja saya merasakan sakit.“
Kyai                 : “Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?“
Pemuda           : “Ya!“
Kyai                 : “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!“
Pemuda           : “Saya tidak bisa.“
Kyai                 : “Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua 
                         merasakan kewujudan Tuhan tanpa 
                         mampu melihat wujudnya.”
Kyai                 : “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar 
                          oleh saya?“
Pemuda           : “Tidak.
Kyai                 : “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima 
                          tamparan dari saya hari ini?“
Pemuda           : “Tidak.“
Kyai                 : “Itulah yang dinamakan takdir.“
Kyai                 : “Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk 
                          menampar anda?“
Pemuda           : ”Kulit.“
Kyai                 : ”Terbuat dari apa pipi anda?“
Pemuda           : ”Kulit.“
Kyai                 : ”Bagaimana rasanya tamparan saya?“
Pemuda           : ”Sakit.“
Kyai                 : ”Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka 
                          juga terbuat dari api, jika Tuhan
                          menghendaki maka neraka akan menjadi 
                          tempat yang menyakitkan untuk syaitan. 
                          Semoga kita bukan termasuk orang-orang 
                          yang ditempatkan bersama syaitan di neraka…“

Pemuda itu langsung tertunduk dan memeluk kyai tersebut sambil memohonnya untuk mengajarkan Islam lebih banyak lagi.